05 November 2009

Tentang Bibit Samad Rianto

Saat ini siapa yang tak kenal sosok Bibit Samad Rianto. Seorang Purnawirawan Inspektur Jenderal yang sekarang menjabat Wakil Ketua KPK yang di non-aktif kan karena rekayasa besar politik di Indonesia.

Saya mengenal Bapak (panggilan saya kepada beliau-red) sejak saya duduk di kesal 3 SD. Kebetulan saya suka main di rumahnya yang sudah di tempatinya sejak tahun 1991. Sejak saya mengenal beliau, beliau tidak pernah memperlihatkan kemewahan seorang Jenderal bintang 2. Saya sendiri pernah membayangkan rumah beliau ada di komplek mewah seperti modern land atau BSD. Tapi kenyataannya rumah beliau ada di gang yang ada di belakang komplek. Jauh dari kemewahan dan keramaian.



Selama saya mengenal bapak, di ceritakan oleh orang-orang terdekatnya juga, bapak Bibit adalah orang yang hobi membaca. Buku yang dibaca olehnya minimum 2 kali bahkan bisa sampai beliau hafal isi buku itu. Koleksi buku bapak Bibit mencapai satu etalase besar hingga salah seorang anaknya berkata “kalau arina sebut judul buku, Bapak pasti punya”. Sifat suka membaca juga menurun pada anak-anaknya, anak ketiganya yang hobi mengkoleksi buku-buku terutama komik.

Bapak Bibit Samad Rianto merupakan tokoh reformasi dalam Polri, beliau bercita-cita ingin menjadikan Polri yang bersih, Profesional dan di cintai masyarakat. Karena selama bapak mengenal Polri bapak Bibit sering sebel karena banyak oknum yang tidak professional dalam menjalankan tugasnya.

Setelah bapak Bibit dijadikan tersangka, bapak merasa sendirian dan down. Bahkan bapak sudah tidak pede untuk maju karena merasa 60% dari rakyat Indonesia ini sudah tidak berpihak pada kebenaran. Namun kebenaran memang selalu dibela rakyat, sejak bapak Bibit dijadikan tersangka dukungan moril padanya tidak pernah surut. Keluarga, kerabat, ICW, Pengacara, dan LSM masyarakat menyatakan mendukung dan mengatakan agar bapak tetap kuat untuk menghadapi ini. Tahukah kalian bahwa bapak Bibit selalu siap koper setiap Bapak wajib lapor?. Walaupun bapak benar, tetapi beliau tetap menghargai proses yang ada. Maka bapak selalu siap untuk ditahan. Dalam koper tersebut tak lain dan tak bukan isinya adalah sarung, buku dan al-qur’an serta beberapa baju. Ternyata seorang Bapak Bibit tidak bisa tidur tanpa sarung. Maka tak mengherankan dari foto yang beredar pada saat Bapak di tahan foto tersebut memperlihatkan bapak memakai sarung.

Bapak juga tidak menyangka begitu besar dukungan yang datang untuk beliau, beliau sampai merasa terharu saat tahu ada yang sampai mogok makan demi KPK dan beliau serta demo terus-menerus demi penangguhan penahanannya. Bapak Bibit sekarang semangat lagi karena yakin kebenaran yang sesungguhnya akan terbuka.

Beberapa hari yang lalu, ketika Bapak dan Chandra mendapat penangguhan penahanan mereka berdua kaget namun pastinya ada sedikit kelegaan. Namun Bapak dan Chandra tidak tinggal santai di rumah setelah penangguhan penahanannya. Anak-anak dan cucu-cucu baru sebentar saja bertemu dengan eyang kakung nya, Bapak langusung berangkat lagi ke KPK, mabes Polri dan juga Mahkamah Konstitusi. Hari yang sibuk untuk seorang yang baru menghirup kebebasan.

Bahkan sampai saat ini saya belum bisa mememui beliau.  Cuma di norak-norakin sama Fayka dan Keyla kalo mereka abis ketemu eyang kakung nya.

2 komentar:

  1. dukung pak bibit....
    istrinya bu sugiharti orang purworejo yaaa????

    BalasHapus
  2. iya, kampung istrinya itu di mbutuh daerah purworejo.

    BalasHapus